4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

Kesehatan fisik saja tidak mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hidup. Tentunya dengan diagnosa yang tepat, gangguan jiwa juga dapat ditangani dengan baik.

Gangguan mental adalah jenis gangguan yang memengaruhi cara seseorang berpikir, mengekspresikan emosi, dan berperilaku. Gejala yang dialami tergantung dari gangguan jiwa yang dialami. Perubahan gaya hidup dan dukungan dari kerabat dekat adalah cara untuk mengatasi kondisi ini.

Gangguan Mental yang Kerap Tidak Disadari

Sayangnya, ada beberapa gangguan mental yang terjadi tanpa disadari oleh pengidapnya, seperti:

Trichotillomania

Sebuah studi di World News of Natural Sciences menemukan bahwa trikotilomania adalah gangguan mental di mana pasien selalu ingin menarik rambutnya. Tidak jarang gangguan ini menyebabkan kerontokan rambut dan kebotakan.

Orang yang menderita gangguan ini biasanya tidak mampu mengendalikan atau menahan keinginan untuk mencabut bulu tubuh. Menurut laporan dari Mayo Clinic, gejala lain yang terlihat pada orang dengan kelainan ini antara lain:

  • Rasa tegang sebelum menarik rambut atau saat menahan keinginan untuk menarik rambut.
  • Perasaan lega, puasa, dan/atau senang setelah menarik rambut.
  • Munculnya perilaku lain, seperti keinginan untuk selalu memeriksa akar rambut, memutar-mutar rambut, menarik rambut dengan bantuan gigi, mengunyah rambut, atau memakan rambut (trichophagia).

Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

Gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang ditandai dengan ketakutan dan kecemasan patologis. Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi para peneliti menduga gangguan tersebut disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor: perubahan di otak dan tekanan lingkungan.

Seperti dilansir dari National Institute of Mental Health, ada beberapa gejala yang dialami oleh penderita gangguan kecemasan, antara lain gangguan kecemasan dan gangguan tidur.

Gangguan Pola Makan (Eating Disorder)

Gangguan tersebut dapat dikenali dari kecemasan yang timbul dari berat badan dan asupan makanan. Oleh karena itu, penderita gangguan makan cenderung mengubah kebiasaan makannya karena takut berat badannya akan bertambah meski makan sedikit. Jika kerusakan ini tidak diaktifkan, dapat menyebabkan:

  • Anoreksia, yaitu kelainan yang membuat pengidapnya terobsesi untuk memiliki tubuh kecil atau berat badan yang sedikit. Biasanya, pengidap anoreksia rela melakukan apa saja demi mendapatkan berat badan yang diharapkan, termasuk menahan rasa lapar dan melakukan ekstrem.
  • Bulimia, yaitu kelainan yang membuat pengidapnya memuntahkan setiap makanan yang sudah dimakan. Ini dilakukan untuk mencegah kenaikan berat badan.

Selain anoreksia dan bulimia, gangguan pola makan juga bisa berupa gangguan makan berlebihan. Ini adalah gangguan makan di mana pengidapnya tidak bisa mengontrol porsi makannya.

Dilansir dari National Health Service UK, pengidap binge eating memiliki gejala dengan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dan tidak bisa mengontrol kapan harus berhenti makan. Gejala yang ditimbulkan berupa keinginan makan terus menerus, makan secara sembunyi-sembunyi, dan tetap makan meskipun sudah kenyang.

Obsessive Compulsive  Disorder (OCD)

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan kecemasan dan perilaku berulang (kompulsi). Inilah sebabnya mengapa orang dengan gangguan obsesif-kompulsif cenderung melakukan sesuatu berulang kali.

Misalnya, sebelum keluar, ia memeriksa pintu dan jendela minimal tiga kali, mengurutkannya berdasarkan warna, dan seterusnya. Tiga karakteristik OCD-nya adalah cinta keteraturan, takut dikotori, dan takut salah atau disalahkan.

Itulah jenis gangguan mental yang jarang disadari oleh pengidapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *